Banjir Melanda Kota Medan, Aktivitas Warga Terganggu Sejak Pagi
bang479 – Medan, 27 November 2025 — Hujan deras yang turun sejak dini hari membuat sejumlah wilayah di Kota Medan tergenang air. Kondisi ini langsung mengganggu aktivitas warga, terutama mereka yang tinggal di kawasan rendah.
Debit Air Naik Cepat
Hujan yang turun terus-menerus sejak pukul 03.00 WIB membuat parit dan sungai kecil meluap. Kemudian, air mengalir ke permukiman dan menutup beberapa akses jalan utama. Sementara itu, warga yang tinggal di bantaran sungai mulai memindahkan barang penting ke tempat aman sebelum air semakin tinggi.
Wilayah Paling Terdampak
Beberapa kecamatan mengalami kondisi terberat.
-
Medan Marelan mengalami genangan hingga lutut orang dewasa.
-
Medan Labuhan menghadapi arus air yang cukup deras.
-
Medan Sunggal mencatat banyak kendaraan mogok karena terjebak genangan.
Selain itu, jalan-jalan di sekitar pusat kota juga mulai padat karena banyak pengendara terpaksa melambat saat melewati titik banjir.
Aktivitas Warga Terhambat
Banyak warga menunda keberangkatan kerja karena air menghalangi jalan lingkungan. Di sisi lain, beberapa sekolah mengalihkan kegiatan belajar ke sistem daring agar siswa tetap aman. Para pedagang pasar juga memilih membuka lapak lebih lambat karena suasana jalan belum kondusif.
Penyebab Banjir
Curah hujan tinggi menjadi pemicu utama. Meski begitu, saluran air yang tersumbat sampah membuat genangan bertahan lebih lama. Selain itu, air dari wilayah hulu turut mempercepat kenaikan permukaan air di beberapa kawasan.
Respons Pemerintah
Petugas BPBD langsung turun ke lapangan sejak pagi. Mereka memeriksa jalur air, membantu warga menyelamatkan barang, dan mengamankan area yang berpotensi bahaya. Kemudian, tim kebersihan menyisir parit untuk mengurangi hambatan aliran.
Imbauan kepada Warga
Pemerintah Kota Medan meminta warga:
-
Menghindari perjalanan tidak mendesak
-
Menjaga barang elektronik tetap kering
-
Mengawasi anak-anak agar tidak bermain di area banjir
-
Melapor jika memerlukan bantuan evakuasi
Selain itu, warga di area rawan disarankan tetap siap bila kondisi air kembali naik.






