Banjir Aceh Tamiang Belum Teratasi, Warga Keluhkan Minimnya Bantuan di Hari Kelima
Bang479 – Banjir besar yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang sejak lima hari lalu belum menunjukkan tanda-tanda surut. Sejumlah desa di Kecamatan Tenggulun, Tamiang Hulu, dan Bandar Pusaka masih terendam dengan ketinggian air bervariasi. Warga mengaku mulai kesulitan memenuhi kebutuhan harian karena bantuan belum juga tiba.
“Air makin naik sejak dua hari lalu. Kami bertahan dengan peralatan seadanya. Sampai sekarang belum ada bantuan masuk ke desa kami,” ungkap Yusri, warga Rimba Raya, Kamis (4/12/2025).
Listrik Padam Berhari-hari, Komunikasi Terputus
Di beberapa wilayah, listrik telah padam sejak hari pertama banjir. Warga yang tinggal di lokasi perbukitan pun kesulitan menghubungi keluarga di luar Aceh Tamiang.
“Handphone kami tak bisa dicas. Sinyal juga tidak stabil. Kami terputus dari kabar luar,” kata seorang warga lain.
Pihak desa masih menunggu tim teknis untuk memeriksa kerusakan jaringan, namun akses menuju wilayah yang terisolasi sulit dilalui.
Akses Jalan Banyak Terputus, Warga Mengandalkan Perahu Tradisional
Hujan deras yang terus mengguyur memperparah kondisi jalan penghubung antardesa. Sejumlah titik di Kecamatan Tenggulun tertutup lumpur dan patahan jalan sehingga kendaraan tidak bisa lewat.
Sementara itu, warga menggunakan perahu kecil dan rakit darurat untuk menyebrangi jalan yang berubah menjadi arus sungai.
“Kalau tidak pakai perahu, kami tidak bisa ke mana-mana. Belanja pun tak bisa. Pasar tergenang semua,” ujar Safira, warga Pulo Tiga.
Warga Bertahan dengan Persediaan Sendiri
Karena belum ada bantuan yang masuk, warga mengandalkan cadangan beras, mie instan, dan air sumur yang masih bisa digunakan. Sebagian warga memanfaatkan dapur umum kecil yang dibuat secara swadaya.
“Semua serba terbatas. Tapi kami tetap saling bantu. Yang punya beras lebih membagi ke tetangga,” kata seorang tokoh masyarakat setempat.
Pemerintah Kabupaten Masih Lakukan Pendataan
Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang menyatakan bahwa tim dari BPBD sedang memetakan wilayah terdampak dan menentukan jalur yang paling memungkinkan untuk penyaluran bantuan.
“Beberapa titik masih belum terjangkau. Kami sedang cari akses yang aman,” kata pejabat BPBD dalam keterangannya.
Hingga kini belum ada kepastian kapan bantuan logistik dapat didistribusikan ke desa-desa yang terisolasi.
Kesimpulan
Banjir di Aceh Tamiang masih berlangsung dan belum menunjukkan perbaikan signifikan. Warga menghadapi keterbatasan makanan, listrik padam, serta akses jalan terputus. Bantuan belum mencapai wilayah terdampak karena jalur yang sulit dilalui. Pemerintah daerah menyatakan sedang melakukan pendataan dan mencari akses alternatif untuk masuk ke wilayah tersebut.






