BANG479 – Dalam beberapa hari terakhir, publik Indonesia dihebohkan dengan viralnya foto dua anggota kabinet yang bermain domino bersama Muhammad Azis Wellang, seorang mantan tersangka kasus pembalakan liar. Kejadian ini menuai berbagai tanggapan dan kritik dari masyarakat, termasuk dari kelompok pengawas anti-korupsi. Namun, Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding angkat bicara untuk memberikan klarifikasi dan menegaskan bahwa Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni tidak bersalah dalam peristiwa tersebut. Artikel ini akan mengupas pandangan Menteri Karding secara mendetail, konteks pertemuan tersebut, serta implikasinya terhadap pemerintahan.
Latar Belakang Peristiwa
Pada tanggal 1 September 2025, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dan Menteri P2MI Abdul Kadir Karding bertemu di Posko Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS). Pertemuan ini awalnya adalah janji pribadi antara kedua menteri untuk berbincang-bincang santai. Setelah pertemuan tersebut, beberapa orang yang berada di posko mengajak mereka untuk bermain domino. Salah satunya adalah Azis Wellang,yang ternyata merupakan mantan tersangka kasus pembalakan liar. Foto tersebut kemudian menyebar di grup WhatsApp dan menjadi viral di media sosial .
Azis Wellang sendiri adalah Wakil Bendahara Umum KKSS dan pernah terlibat dalam kasus pembalakan liar di Katingan, Kalimantan Tengah, pada November 2024. Namun, pengadilan cabut status tersangka berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor: 13/Pid.Pra/2023/PN.Jkt.Pst dan Surat Pemberitahuan Penghentian Penyidikan (SP3) pada Februari 2025.
Penjelasan Menteri Karding
- Konteks Pertemuan dan Permainan Domino.
Menteri Karding menjelaskan bahwa pertemuan di posko KKSS adalah agenda rutin organisasi. KKSS sering mengadakan silaturahmi yang diisi dengan aktivitas bermain domino sebagai bagian dari budaya Sulawesi Selatan. Saat itu, Karding memang berencana bertemu dengan Raja Juli untuk obrolan santai. Awalnya, Karding akan datang ke tempat Raja Juli, tetapi Raja Juli memilih untuk datang ke posko KKSS karena kebetulan berada di lokasi yang searah dengan jalur pulangnya . - Pernyataan Tanggung Jawab Penuh.
Dalam keterangannya di Gedung DPR pada 8 September 2025, Karding menegaskan bahwa Raja Juli tidak bersalah dalam peristiwa ini. Dia menyatakan bahwa dia yang mengundang Raja Juli ke posko KKSS, dan karena itu, dia bertanggung jawab penuh atas segala konsekuensi dari pertemuan tersebut. “Ya kan saya sudah klarifikasi. Prinsipnya begini, bahwa yang undang Pak Raja Juli itu saya, dan itu di posko saya. Jadi kalau ada apa-apa, saya tanggung jawab penuh, tanggung jawab penuh, tidak ada salahnya Raja Juli” . - Ketidaktahuan Tentang Latar Belakang Azis Wellang.
Karding mengaku tidak mengetahui latar belakang Azis Wellang sebagai mantan tersangka pembalakan liar sebelum kejadian ini. Ia hanya mengenal Azis sebagai Wakil Bendahara Umum KKSS dan bukan sebagai pelaku kasus hukum. Bahkan setelah kejadian viral, Karding baru memeriksa profil Azis dan mengetahui bahwa pengadilan telah mencabut status tersangkanya berdasarkan SP3. - Detail Aktivitas di Posko KKSS.
Karding dan Raja Juli menghabiskan waktu lebih dari dua jam untuk berbincang di ruang belakang posko, terpisah dari anggota KKSS lainnya. Percakapan mereka sama sekali tidak menyentuh tema pembalakan liar atau kasus hukum apa pun. Saat hendak pulang, mereka melihat beberapa pengurus KKSS sedang bermain domino dan mengajak mereka untuk bergabung. Permainan hanya berlangsung dua putaran sebelum Raja Juli pamit pulang.
Kesimpulan
Menteri Karding telah jelas menyatakan bahwa Raja Juli tidak bersalah dalam peristiwa bermain domino dengan Azis Wellang. Pertemuan tersebut terjadi dalam konteks silaturahmi budaya dan tanpa membahas kasus hukum apa pun. Karding sebagai pengundang mengambil tanggung jawab penuh atas insiden ini. Meskipun demikian, peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pejabat publik untuk lebih berhati-hati dalam pergaulan informal untuk menjaga citra dan integritas pemerintahan.






