Terang di Ujung Negeri: Desa Terpencil Kini Menyala Berkat Program Energi Nasional
Cahaya Baru untuk Masa Depan Desa
bang479 – Di berbagai pelosok Indonesia, cahaya lampu kini mulai mengusir gelap malam. Pemerintah terus mendorong akses listrik ke wilayah terpencil melalui berbagai program energi nasional, termasuk Listrik Pedesaan Mandiri dan Sambungan Listrik Rumah Baru. Program ini bertujuan memastikan seluruh warga, dari Sabang hingga Merauke, menikmati fasilitas dasar berupa listrik, sekaligus membuka peluang bagi perkembangan sosial dan ekonomi.
“Listrik bukan hanya soal penerangan. Dengan adanya listrik, anak-anak bisa belajar lebih leluasa, UMKM bisa berkembang, dan warga mendapatkan akses informasi yang lebih luas,” ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, di sela kunjungan kerjanya ke Sulawesi Tengah, Rabu (22/10/2025).
Dampak Nyata di Lapangan
Hingga saat ini, program listrik desa telah menjangkau lebih dari 9.500 lokasi, memberikan manfaat bagi sekitar 1,3 juta rumah tangga baru. Sementara itu, program sambungan rumah baru pada periode Januari–September 2025 telah mengalirkan listrik ke lebih dari 140.000 rumah tangga, mendekati target tahunan 220.000 rumah.
Di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, warga Desa Yabem kini dapat menikmati listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Komunal. “Dulu kami belajar dengan lilin atau lampu minyak, sekarang anak-anak bisa mengerjakan PR dengan nyaman. Rumah-rumah pun terasa aman di malam hari,” ungkap Maria Inggit, warga setempat.
Menuju Energi Bersih dan Merata
Pemerintah menekankan, upaya elektrifikasi tidak hanya soal kuantitas, tetapi juga keberlanjutan. Pembangunan pembangkit energi terbarukan seperti PLTS, PLTMH, dan biogas terus digalakkan untuk menjangkau daerah sulit. Selain itu, koperasi desa dilibatkan dalam operasional pembangkit untuk menciptakan ekonomi lokal yang mandiri dan inklusif.
“Transisi ke energi bersih adalah langkah penting. Kita bisa meratakan akses energi sekaligus menjaga lingkungan. Keduanya saling mendukung untuk pembangunan yang adil dan berkelanjutan,” jelas Bahlil.






