Nekat Mendaki Lewat Jalur Terlarang, Seorang Remaja Tewas di Gunung Slamet
Bang479 – Pendakian ilegal di Gunung Slamet, Jawa Tengah, berakhir tragis. Seorang remaja tewas setelah kehilangan arah dan terjatuh ke jurang akibat persiapan yang tidak memadai.
Peristiwa ini terjadi pada Jumat (13/12). Empat pemuda asal Brebes memulai pendakian tanpa izin resmi melalui jalur terlarang di kawasan Bambangan. Kelompok tersebut beranggotakan Dimas (19), Raka (18), Yuda (20), dan Arif (19).
Koordinator Lapangan SAR Gabungan, Wahyu Prabowo, menyebut para pendaki mengabaikan peringatan cuaca buruk dan larangan pendakian.
“Mereka masuk lewat jalur tidak resmi yang rawan longsor dan tidak memiliki penanda arah,” kata Wahyu, Selasa (17/12/2025).
Para pendaki membawa perlengkapan jauh dari standar keselamatan. Tim SAR menemukan bahwa salah satu pendaki hanya mengenakan sepatu kasual tipis dan membawa satu botol minum kecil tanpa logistik cadangan.
“Mereka tidak membawa tenda, jas hujan, alat navigasi, atau perlengkapan darurat. Kondisi ini sangat berbahaya di Gunung Slamet,” jelas Wahyu.
Rombongan sempat mencapai kawasan hutan atas sebelum hujan lebat dan kabut tebal turun. Cuaca ekstrem langsung mengacaukan orientasi mereka saat turun. Dalam kondisi kelelahan, Arif terpeleset lalu jatuh ke jurang sedalam puluhan meter.
Melihat kejadian itu, tiga rekannya segera turun menuju permukiman terdekat untuk meminta bantuan. Setelah menerima laporan, tim SAR gabungan dari Basarnas, BPBD, dan relawan langsung melakukan pencarian meski hujan deras dan medan terjal menghadang.
Tim SAR menemukan Arif di dasar jurang pada Minggu (15/12) dalam kondisi tidak bernyawa. Medan curam dan licin menyulitkan proses evakuasi dan memaksa tim bekerja ekstra hati-hati.
“Cuaca buruk dan kontur jurang menyulitkan evakuasi,” tambah Wahyu.
Petugas kemudian menyerahkan jenazah korban kepada keluarga. Aparat kembali mengingatkan masyarakat agar mematuhi aturan pendakian dan tidak memasuki jalur terlarang.
Kesimpulan
Tragedi ini menegaskan bahwa pendakian tanpa persiapan, izin, dan perlengkapan layak dapat merenggut nyawa. Setiap pendaki wajib mengutamakan keselamatan dan mematuhi aturan yang berlaku.






