Beranda / Tata Kelola BUMN / Pelatihan Industri 2025: Kesempatan Emas untuk Lulusan Baru

Pelatihan Industri 2025: Kesempatan Emas untuk Lulusan Baru

Pemerintah Buka Program Pelatihan Industri 2025 untuk 100 Ribu Lulusan

Bang479 – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) meluncurkan Program Pelatihan Industri Nasional 2025 Batch 1. Program ini menargetkan 100 ribu lulusan baru dari universitas dan sekolah vokasi di seluruh Indonesia. Pelatihan akan dimulai pada Desember 2025.

Menteri Perindustrian Rachmat Prabowo menyatakan bahwa pemerintah ingin memperkuat keterampilan tenaga kerja muda. Ia menekankan pengalaman langsung di industri membantu peserta memahami kebutuhan kerja secara nyata.

“Kami mendorong lulusan baru memiliki kemampuan praktis yang sesuai kebutuhan industri modern,” ujar Rachmat di Jakarta, Rabu (29/10/2025).

Fokus pada Teknologi dan Industri Hijau

Batch pertama menitikberatkan pada teknologi digital, energi terbarukan, dan industri hijau. Kemenperin bekerja sama dengan lebih dari 400 perusahaan nasional dan multinasional, termasuk beberapa startup teknologi. Karena itu, peserta akan mendapat pengalaman industri yang relevan, sementara perusahaan menemukan talenta muda siap kerja.

Rachmat menekankan kolaborasi ini menciptakan hubungan dua arah: peserta belajar, perusahaan mendapat SDM berkualitas.

Fasilitas dan Manfaat Peserta

Peserta mengikuti pelatihan selama enam bulan. Mereka menerima tunjangan setara UMK, perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, dan bimbingan mentor industri. Selain itu, peserta terbaik berpeluang memperoleh kontrak kerja langsung di perusahaan mitra.

Program ini mempersingkat waktu transisi dari dunia kampus ke dunia kerja, sehingga peserta siap menghadapi tantangan industri sesungguhnya.

Pendaftaran dan Seleksi

Peserta mendaftar 1–12 November 2025 melalui platform INDUSTRIConnect di https://industrihub.kemenperin.go.id. Tim Kemenperin menyeleksi peserta berdasarkan dokumen dan kualifikasi. Hasil seleksi diumumkan akhir November 2025, dan orientasi dimulai Desember 2025.

Rachmat menegaskan bahwa program ini memperkuat daya saing tenaga kerja muda dan mendukung pertumbuhan industri nasional.

“Kami ingin mencetak generasi pekerja yang terampil, adaptif, dan siap menghadapi perubahan industri global,” ujarnya.

BERITA LAINNYA

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Link JP