Beranda / penemuan / Turki Hidupkan Kembali Kota Bawah Tanah Derinkuyu Setelah 19 Tahun Restorasi

Turki Hidupkan Kembali Kota Bawah Tanah Derinkuyu Setelah 19 Tahun Restorasi

Misteri Kota Bawah Tanah Cappadocia Terkuak: Peninggalan Ribuan Tahun yang Bangkit Kembali

bang479 – Turki akhirnya mengungkap rahasia kota bawah tanah terbesar di dunia. Pemerintah resmi membuka Kota Derinkuyu di wilayah Cappadocia, situs arkeologi yang selama ini tersembunyi di perut bumi Anatolia.

Pembukaan tersebut menandai era baru bagi pariwisata Turki, terutama di kawasan yang terkenal dengan formasi batu vulkanik dan balon udaranya.

Kota Tersembunyi dari Masa Silam

Derinkuyu memiliki delapan lantai yang menjulang hingga 60 meter di bawah tanah. Masyarakat Anatolia kuno membangun kota ini sebagai tempat berlindung dari serangan bangsa asing ribuan tahun lalu.

Kota tersebut berisi ruang tinggal, tempat ibadah, gudang makanan, dan sistem ventilasi yang masih berfungsi. Para arkeolog menilai desainnya menunjukkan tingkat kecerdasan tinggi dalam teknik konstruksi kuno.

Kepala Badan Purbakala Turki, Prof. Mehmet Kaya, menjelaskan bahwa timnya menghadapi banyak tantangan selama proses restorasi. Struktur batuan yang rapuh dan kondisi lembap membuat mereka harus bekerja sangat hati-hati.

“Derinkuyu menggambarkan kemampuan manusia bertahan dengan cara yang luar biasa,” kata Prof. Kaya.

Restorasi Selama 19 Tahun

Proyek restorasi Derinkuyu dimulai pada 2006. Tim konservasi sempat menghentikan pekerjaan beberapa kali akibat gempa bumi dan pandemi. Pemerintah mengalokasikan dana sekitar US$850 juta, dengan dukungan dari UNESCO dan lembaga kebudayaan Eropa.

Setelah 19 tahun bekerja, mereka akhirnya membuka situs ini untuk publik. Pemerintah membatasi kunjungan hingga 1.500 orang per hari demi menjaga kestabilan suhu dan kelembapan di dalam gua. Sistem tiket daring pun diberlakukan untuk mengatur arus wisatawan.

Perdana Menteri Ahmet Dursun menyebut pembukaan ini sebagai “hadiah dari masa lalu untuk masa depan.”

“Kita tidak hanya membuka kota kuno, tetapi juga membuka kembali semangat peradaban yang pernah bertahan di bawah tanah,” ujarnya dalam sambutannya di acara pembukaan.

Jejak Peradaban yang Masih Bernapas

Tim arkeolog menemukan tablet batu berisi tulisan Het, perhiasan perunggu, dan alat rumah tangga yang masih utuh. Mereka juga menemukan lukisan dinding bergaya Bizantium yang menggambarkan prosesi keagamaan, menandakan bahwa Derinkuyu tetap dihuni hingga masa Kristen awal.

Arkeolog asal Italia, Dr. Sofia Bianchi, mengungkapkan kekagumannya terhadap sistem sosial masyarakat kuno tersebut.
“Mereka mengatur dapur umum, gudang anggur, dan sistem limbah dengan sangat terencana. Itu bukti kecanggihan luar biasa,” katanya.

Jembatan antara Masa Lalu dan Masa Kini

Pemerintah Turki menjadikan Derinkuyu sebagai pusat riset arkeologi bawah tanah dunia. Para peneliti kini mempelajari sistem ventilasi kuno yang mampu menjaga sirkulasi udara tanpa mesin modern.

“Kami ingin belajar langsung dari arsitektur kuno ini. Mereka berhasil menciptakan teknologi alami yang tetap berfungsi hingga kini,” tutur Prof. Kaya.

Harga Tiket dan Respons Publik

Pemerintah menetapkan tiket masuk sebesar 150 lira Turki (Rp78.000) untuk warga lokal dan 900 lira (Rp470.000) untuk turis asing. Pendapatan dari tiket akan digunakan untuk pemeliharaan dan riset lanjutan.

Namun, sebagian warga berharap harga tiket lebih terjangkau.
“Kami bangga dengan Derinkuyu, tapi banyak keluarga ingin menikmatinya tanpa terbebani biaya tinggi,” kata Fatma Demir, warga Nevşehir.

Warisan yang Kembali Bersinar

Derinkuyu kini menjadi simbol kebanggaan rakyat Turki. Pemerintah menargetkan kenaikan jumlah wisatawan hingga 30% pada 2026, yang akan memperkuat perekonomian Cappadocia.

“Derinkuyu mengingatkan kita bahwa cahaya peradaban tidak pernah padam, bahkan di bawah tanah,” tutup Prof. Kaya.

Berita menarik lainnya

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Link JP